• MENDAPATKAN ILMU LEWAT KUNJUNGAN KE NET TV

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 07 Oktober 2015

Menciptakan Masyarakat Cerdas Lewat IOT (internet of things)




ZAMZAMEDIA.COM – Infrastruktur internet semakin berkembang dengan kecanggihannya. Sebut saja IOT atau internet of things , konsep dari perangkat keras yang tertanam dalam benda nyata sehingga tersambung dengan internet. Di luar negeri internet of things sudah tak asing lagi, tetapi belum cukupfamiliar di Indonesia. Negara kita masih dalam tahap menjajaki internet of things, salah satunya lewat seminar INTERNET OF THINGS “Build the limitless connection to create a smart city”. Kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informatika) UIN Jakarta ini, bertujuan meningkatkan pengetahuan IOT lebih dalam khususnya untuk mahasiswa.

“Internet of things ini kan lagi trend, namun banyak yang belum tau konsepnya lebih detail,” kata Risyad selaku ketua pelaksana. Trend itu membuat ketertarikan bagi banyak mahasiswa, sehingga mereka (HIMSI UIN Jakarta) mengadakan seminar nasional. Disamping ketertarikan IOT, aspek “smart city” juga menjadi acuan ketertarikan mahasiswa untuk datang ke acara seminar. Fokus aspek smart city pun selalu saling berhubungan dengan Internet of things.

Keterkaitan IOT dan smart city dipaparkan secara luas dan menyeluruh oleh Onno W. Purbo. Ia adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asli Indonesia. Di dalam seminar, Ia mengatakan bahwa Ia mendukung gerakan Internet of things di Indonesia. Kemajuan dalam teknologi patut dirasakan oleh bangsa kita. Namun ketika internet of things mulai diperkenalkan di Indonesia, konsepsmart city justru tidak terlalu menguntungkan masyarakat.

Smart city adalah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada. Pada kenyataannya, pemerintah kurang cukup berhasil menerapkannya. Konsep smart city hanya menguntungkan pemerintah dan pembisnis yang ada. Salah satu contohnya seperti adanya smart tv. Masyarakat berbondong-bondong membeli smart tv seharga 20-30 jutaan, demi menonton program tv dari mancanegara. Masyarakat pun hanya sebagai penikmat dan tak mengaplikasikan konsep Internet of things.
“konsep Internet of things, jangan menjadikan smart city tapi rakyat smart” kata Onno yang juga lulusan terbaik ITB. Ia juga menginginkan pemerintah mengambil langkah-langkah berikut ini :
1.       Memberikan fasilitas komputer dan internet gratis ke tiap-tiap sekolah
2.       Membuat warga desa (khususnya) agar mengerti dan merasakan konsep Internet of things
3.       Mengarahakan programmer Indonesia untuk bisa menjadikan rakyat melek Internet
Diakhir seminar, Ia berpesan kepada para peserta untuk membuat Indonesia maju dengan Internet. Salah satu peserta pun merasakan manfaat dari seminar ini, Ia adalah Atika mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah Cileungsi. Sebagai calon programmer, Ia juga sependapat dengan narasumber bahwa konsep internet of things harus menjadikan rakyat yang cerdas.

Reporter              : Syarifa Zahrina Firda

Editor                    : Syarif Hidayatullah

Rabu, 01 Juli 2015

waktu tak butuh perahu

Sama-sama dengan kesamaan kita belum tentu menjadikan kita bersama.

Berbeda-beda dengan perbedaan kita belum tentu menjadikan kita beda.

Kata-kata belum tentu masih terpenjara oleh waktu.

Tak perlu kau kayuh detik itu cepat-cepat.

Sang waktu tak butuh perahu ke titik menit yang kau inginkan.




Ciputat, 01 Juli 2015

Kebijakan Infrastruktur Buruk, Rakyat Terpuruk





JAKARTA, Inspirasibangsa (12/6) — Masyarakat Indonesia patut bangga dan bersyukur karena mempunyai sumber daya alam yang berlimpah. Sumber daya alam yang luar biasa ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat. Tak bisa dipungkiri, pengelolaan sumber daya alam menjadi satu hal yang sangat krusial. Maka dari itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar memahami berbagai persoalan tersebut. keadaan geografis Indonesia yang sangat luas memaksa kita untuk bijak dalam menangani permasalahan ini. Maka dari itu, untuk kemaslahatan seluruh elemen masyarakat dibutuhkan sikap cepat dan tepat dalam penanganan masalah sumber daya alam ini.

Pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia masih sangat terbelakang dibandingkan dengan negara lain, contohnya Malaysia. Kebersihan, ketertiban, sarana dan prasarana. Semuanya semakin menegaskan bahwa Indonesia tidak becus dalam mengurus rumahnya sendiri. Pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi harus bisa mengambil kebijakan terbaik, jangan hanya kebijakan yang hanya sekedar formalitas sebagai pemimpin saja. Kebijakan yang hanya sekedar formalitas cenderung merugikan banyak kalangan dan hanya menguntungkan segelintir pihak saja.

Terlepas dari berbagai persoalan politik yang memanas akhir-akhir ini. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan nasib rakyat. Bukan hanya mengurusi masalah petinggi-petinggi bangsa yang bertikai tanpa akhir. Padahal seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban mengenai kepemimpinannya. Pemerintah adalah wakil rakyat untuk mengemban seluruh beban dan tanggungjawab yang berat. Presiden harus meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan tidak boleh egois atau lepas tanggungjawab.

“Bukan urusan saya” demikian yang seringkali terlontar dari bibir pemimpin kita, presiden Jokowi. Entah karena ketidaktahuannya atau memang karena ketidakmauannya mengurus bangsa sehingga keluar kata-kata itu. Jargon yang sempat menjadi trending topic beberapa waktu lalu ini semakin menegaskan keapatisan presiden terhadap isu-isu aktual yang mencuat. Politik yang sedang dijalankan Jokowi bukanlah politik gotong-royong yang selama ini digembor-gemborkan. Nyatanya hanya presiden yang menikmati madunya sementara rakyat yang merasakan getahnya.

Sebagai contoh, kenaikan Bahan Bakar Minyak yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan beragam kekecewaan dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kebijakan yang diambil Jokowi. Apakah kenaikan BBM bisa menjamin kesejahteraan rakyat ? BBM tidak naik saja masyarakat sudah sangat terlunta-lunta untuk menyambung hidup, apalagi kenaikan BBM ini sangat tidak sesuai dengan janji Jokowi di waktu kampanye dulu. Pemerintah mengatakan bahwa kenaikan BBM perlu dilakukan untuk mengalihkan subsidi ke sektor produktif yakni infrastruktur. Namun sampai sekarang belum ada tanda perkembangan dalam sektor ini. Apakah pernyataan tersebut hanya untuk bualan saja ? DPR dan masyarakat luas bisa terluka dengan kebijakan kenaikan BBM ini karena kenaikan justru dilakukan ketika harga minyak dunia menurun.

Kebohongan demi kebohongan selalu menjadi bagian dari berbagai kebijakan yang diambil Jokowi. Sudah terlalu sering ia mengingkari janji politiknya ketika kampanye. Bahkan blusukan-blusukan yang dilakukan semakin jelas terlihat hanya untuk pencitraan.

Keadaan infrastruktur di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Tidak seharusnya pemerintah mempersulit keadaan dengan mengatakan, “bukan urusan saya”. selama ini infrastruktur menjadi salah satu kendala yang sangat sulit diatasi. Belum ada solusi pasti yang dirumuskan oleh pemerintah. Misalnya, proyek MRT yang dari sekian tahun tak pernah kelihatan ujungnya. Para pengamat menilai bahwa pemprov DKI tidak serius untuk menjalankannya. Sudah banyak alasan yang terlontar dari pihak terkait, dari mulai alasan tender hingga alasan pembebasan lahan. Padahal jika segala rencana bisa segera dilaksanakan, infrastruktur pembangunan akan berkembang. Tak hanya berhenti di tengah jalan, namun bisa menghasilkan kemajuan yang diharapkan.

Di sektor infrastruktur, tata kelola pembangunan dari pemerintah yang buruk akan melemahkan kekuatan Indonesia. ketika program nyata pembangunan infrastruktur di Ibu kota sulit diwujudkan, kegiatan ekonomi bisa rapuh secara perlahan. Jakarta yang menjadi pusat penilaian akan menghasilkan kesan rendah dimata dunia. Perlu adanya regulasi yang transparan, masuk akal-memperhatikan kondisi ekonomi global dan cepat eksekusinya. Tak perlu gonta-ganti kebijakan atau pun program nyata, aksi yang cepat tanggap lebih diperlukan. Faktor dari komitmen politik dan regulasi perlu dibenahi.

Pemerintah tidak seharusnya memberi harapan palsu kepada penduduk Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia tidak sampai pada jenjang perkuliahan sehingga tidak terlalu kritis dalam hal ini. Namun demikian, pemerintah tidak bisa hanya basa-basi untuk menyenangkan rakyat. Jika memang pemerintah memiliki suatu kebijakan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh semua orang. Tidak perlu ditunda-tunda lagi pengerjaannya. Apalagi masyarakat sudah sangat pasrah menyerahkan segala urusan bangsa untuk ditangani oleh pemerintah.

Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang akan merata pada masa pemerintahan Jokowi ternyata sampai sekarang belum terlihat sama sekali. Jakarta dan jakarta, semua proyek hanya dilakukan di jakarta. Sementara daerah lain seakan bukan urusan pemerintah. Perlu diketahui, kebijakan basa-basi seperti ini tidak akan mensejahterakan bangsa. Kebijakan yang seharusnya diambil pemerintah adalah kebijakan yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jokowi pernah menyatakan bahwa selama pemerintahannya setiap desa se-Indonesia akan mendapatkan dana hibah sebesar 1,4 miliyar setahun.

“Mulai tahun depan akan ada pengucuran dana Rp. 1 miliyar hingga 1,4 miliyar setiap desa per tahun”. Kata Jokowi di hadapan para aparat desa dan komunitas pedesaan dalam acara “kongres pergerakan desa” di hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, pada Sabtu 6 September 2014. Pernyataan itu jika memang ditepati oleh presiden Jokowi akan sangat menguntungkan seluruh bangsa Indonesia. Dengan dana sebesar itu, tentu setiap desa akan lebih mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dengan cara membangun berbagai infrastruktur desa. Itulah solusi terbaik yang bisa diharapkan dari pemerintah saat ini.

Namun sepertinya kebohongan dan ingkar janji memang sudah menjadi budaya politik pemerintah. “tapi alokasi dana itu tidak mencapai angka 1,4 miliyar karena minimnya dana yang dianggarkan. Pemerintah mengalokasikan 9,1 triliun untuk alokasi dana ke desa-desa, atau masing-masing desa hanya mendapatkan 120 juta”. Ujar Menteri Desa, Pembanguna Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, saat melangsungkan teleconference dengan kabupaten Lampung timur dan Tasikmalaya, Jawa Barat dari Kalibata, Senin 22 Desember 2014.

Ternyata dana desa yang dijanjikan sebesar 1,4 miliyar per tahun hanyalah pemanis bibir saja. Nyatanya dana yang akan dikucurkan tidak sampai pada angka 150 juta per tahun dengan alasan alokasi dana tidak mencukupi. Padahala menurut sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani pemerintah memiliki dana selain APBN yaitu PPIM, PNPM, dana desa dan pos penghematan subsidi BBM sehingga sangat memungkinkan untuk menutupi kekurangan dana tersebut.

Infrastruktur menjadi kunci utama berkembangnya perekonomian bangsa, maka dari itu dana desa sebesar 1,4 miliyar untuk pembangunan infrstruktur desa menjadi hal yang sangat penting dan krusial. Akan tetapi pemerintahan Presiden Jokowi belum mampu mengucurkan dana seperti yang dijanjikanya untuk pembenahan infranstruktur


Sabtu, 20 Juni 2015

Bisakah kita biasa saja ?


Entah ini telat atau tidak,
Aku baru merasakan dadaku sesak,
Tertampar ucapanmu yang jahat,
Aku muak nada berbunyi bejat.

Entah apakah aku yang terlalu berharap ?
Dekat denganmu membuatku gagap
Jauh denganmu mengundang senyap
Aku dihantui rasa hitam gelap

Bisakah kita biasa saja ?
Menjadi kawan apa adanya
Tetap tersenyum dikala senja
Tapi apakah kita bisa menghadapinya ?

Kita bukan dua insan yang punya ikatan
Tapi bolehkah sekedar melempar candaan ?
Menghabiskan waktu dibawah hujan
Agar koperku tak menyimpan banyak perasaan


Ciputat,20 Juni 2015.

Rabu, 06 Mei 2015

Nikmati diam dengan membaca, bergerak untuk menulis



sumber gambar : google.com



Nikmat bisa disyukuri dengan berbagai cara, tak mesti mengeluarkan uang banyak. Setiap kesempatan yang ada bisa dikatakan nikmat, termasuk diam. Jika berpacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diam adalah tidak bergerak (tetap dalam tempat). Ciri-ciri diam yang bermakna dan dinikmati yaitu ketika kita bisa melakukan sesuatu yang positif. Kebanyakan orang yang sangat sibuk dalam hidupnya hanya mengambil nikmat diam untuk tidur  atau menonton televisi. Waktu yang terpakai memang tidak sia-sia, namun disayangkan jikalau ada aktivitas lain yang lebih bermanfaat masih dapat dikerjakan.

Salah satu menikmati diam  ialah membaca. Detik-detik menjadi berharga ketika kita mencurahkan diri untuk membaca tiap kalimat. Bacaan yang dibaca dapat diraih dari mana saja, mulai dari media cetak seperti buku ataupun media elektronik seperti komputer. keragaman ilmu dan informasi meningkatkan  kekayaan intelektualitas kita. Pemilihan gaya bacaan fiksi atau nonfiksi memang akan berpengaruh pada kualitas pribadi tiap jiwa. Akan tetapi satu hal yang harus diingat, apapun bacaannya setiap orang bisa memilih hal-hal yang ingin ia baca.

Jika setiap orang ingin mengisi waktu diamnya dengan membaca, Indonesia tak perlu khawatir akan kebodohan. Terlebih ketika sebagian besar warga Indonesia sudah  mempunyai rutinitas membaca. Rangsangan dari bacaan membuat otak bertambah kuat. Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah semakin tajam. Kebalikannya tidak diasah, tidak akan tumpul. Secara tidak sadar, alam bawah sadar kita berpikir. Cakrawala sudut pandang pun bisa semakin luas jangkauannya sehingga mata hati terbuka dalam setiap pemecahan problematika kehidupan.

Wawasan dan ilmu pengetahuan membantu menyesuaikan diri kita dengan pergaulan. Sirkuit saraf otak memang membantu pikiran kita dalam menentukan sikap. Perbendaharaan kosakata dan  Keahlian kognitif yang semakin luas mampu menambah khazanah macam-macam ilmu dan beragam informasi.  Derasnya informasi yang mengalir dari otak tersebut memantapkan percaya diri didepan banyak orang. Disamping itu, membaca juga mengasah kemampuan menulis kita. Berawal dari membaca, biasanya hati akan tergerak untuk menulis.

Siapapun bisa menjadi penulis, bahkan dari tiap diri kita bisa dikatakan penulis. Hampir semua orang membutuhkan kepandaian dalam menulis. Ketika kita melatih diri untuk menulis, pengembangan berbagai gagasan mau tak mau harus dikuasai. Berawal secara terpaksa, otak akan bernalar mencari ide-ide yang lebih kreatif. Kegiatan tulis menulis menumbuhkan rasa teramat dalam. Sebut saja sikap peka dalam melihat kondisi sekitar lingkungan sangat menguntungkan keberlangsungan diri kita.

Jika otak semakin kreatif dalam menuangkan sebuah tulisan, gaya kepenulisan dari diri kita  akan terlihat. Dari pengetahuan tersebut, kita juga sekaligus menjadi peninjau dan penilai gagasan orang lain secara objektif. Tapi ada hal yang perlu diingat, kreativitas menulis bisa mati jika tidak dikembangkan. Layaknya sebuah motor yang melaju cepat, namun akan berhenti apabila bensin sudah habis. Begitulah menulis, seseorang yang konsisten menulis, tapi tak mau membaca sebagai bahan bakar akan menciptkan kekuatan bahasa dan isi yang lemah.

Kita yang ingin aktif menulis membutuhkan berbagai referensi. Salah satu referensi yang paling mutlak memang harus sering membaca. Jurnalis handal yang pintar menulis kejadian fakta, Ia pun membutuhkan bacaan berita sebelumnya agar tulisannya berbobot. Penulis novel berbakat yang keren dalam berimaginasi, Ia pun harus mempunyai ilmu tersendiri untuk memberikan pengaruh kuat dalam isi cerita serta berbagai aspek lainnya. Kita bisa liat novel karya Dee, salah satunya supernova. Begitu hebat khayalan dan fakta ilmu yang ditunjukan sehingga pembaca berdecik kagum. Tak hanya itu, novelnya kini sudah diangkat menjadi film layar lebar.

Orang-orang yang mampu menulis dengan baik dan kreatif, karya tulisnya akan mengenang dan bisa membuat perubahan. Inilah Pergerakan tangan untuk menulis yang memberikan kekuatan luar  biasa. Apapun pekerjaannya, seseorang yang bisa menulis dengan baik mampu berbagi ilmu lewat tulisan. Kalimat-kalimat yang dituangkan dalam bentuk tulisan akan menjadi penunjang kemampuannya.

Penyokong dari kemahiran menulis harus dibudidayakan. Disamping itu, tak lupa menikmati waktu diam untuk membaca. Akan tetapi, lebih baiknya membaca punya waktu tersendiri untuk disisihkan. Buatlah sebuah kenikmatan dalam kegiatan membaca. Dari kegiatan tersebut, berikan hasrat jiwa untuk menulis. Bergeraklah lewat tulisan, maka cakrawala akan melebar hingga penjuru dunia.

Ekonomi cermat untuk Indonesia bermartabat


Penolakan BBM terjadi dimana-mana. Ada yang menolak dengan melakukan manuver-manuver yang efektif dan efisien tanpa harus kejalan dan lebih ke diplomatis atau strategis. Ada juga gabungan dari berbagai kelompok mahasiswa yang terus berdemo, turun ke jalan hingga terjadi pelawanan. Penolakan berdasarkan fakta-fakta yang mereka kumpulkan  bisa saja ditampung, tapi belum tentu dikabulkan.
Selain itu, gonjang-ganjing pemerintahan kabinet Indonesia Hebat pun menuai pro-kontra. Namun, pemerintah bisa saja kukuh pada satu suara akan keputusannya hingga kedepannya. Melihat kenyataan tersebut pada awal kepemimpinan Jokowi, banyak orang kecewa. Isu politik yang diberitakan menimbulkan pengamatan tersendiri.
Pengamatan yang terjadi pada masyarakat terkadang terombang-ambing oleh  provokasi  media bahkan hanya sekedar lewat  obrolan santai. Biasanya masyarakat menengah kebawah menolak kenaikan BBM karena berfikir kebutuhan hidupnya tidak bisa terpenuhi. Alhasil, mereka dengan polos menerima BLSM agar bertahan hidup.
Padahal ekonomi bisa dikatakan aspek kemakmuran rakyat. Sebaiknya, Indonesia jangan terlalu fokus berkepanjangan dengan permasalahan BBM. Masih banyak permasalahan khususnya bidang ekonomi yang belum terselesaikan. Dalam hal ini, masyarakat harus ikut serta memikirkan secara cermat solusi-solusi untuk Negara Indonesia.  Begitu pun pemerintah, memberikan pintu jalan kemudahan setelah menaikan BBM.
Ekonomi cermat
Pandangan orang tentang penyebab kemakmuran bangsa-bangsa telah banyak mengalami perubahan. Pada awalnya kaum fisiokrat percaya hanya kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan alam saja yang produktif seperti kegiatan pertanian dan pertambangan. Sedangkan kaum klasik yang dipelopori oleh Adam Smith berpendapat bahwa bukan kekayaan alam yang paling menentukan, melainkan sumber daya manusianya. (Deliarnov :2013)
Melihat dua pandangan tersebut, hanya bangsa-bangsa yang tinggi kualitas sumber daya manusia dan teknologinya yang dapat maju. Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, ekonomi membutuhkan kecermatan. Cermat disini bisa diartikan memberdayakan human investment. Modal ampuh tersebut hanya satu cara yaitu meningkatkan intelektual kekreatifan individu. Bila perlu menciptakan iklim persaingan antar individu yang lebih kompetitif. Terlebih menghadapi MEA 2015, masyarakat wajib menciptakan tindakan berkualitas demi Indonesia.
Indonesia harus jeli melihat kelebihan dan kelemahan menghadapai pasar bebas Asean. Jangan hanya mau jadi incaran wilayah yang diserbu m angsa pasar, tapi kita juga harus mengelola barang-barang dalam negeri. Untuk bisa menjadi pengelola yang baik dibutuhkan karakter mental kuat dari masyarakatnya. Sumber daya manusia di Indonesia wajib dikokohkan agar mampu  bersaing dengan negara-negara lain.
Pemikiran kreatif dan unik sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan MEA 2015. Cermat berkreatif disadari masyarakat merupakan keharusan dalam era ini.  Ketika harga BBM dinaikkan, setidaknya pemerintah dan masyarakat masih punya peluang dalam memajukan ekonomi Indonesia. Bahkan tak hanya itu, saat Indonesia benar-benar berpikir cermat datanglah sebuah nilai tambah kemartabatan Indoensia di kancah dunia.

Ummiku sayang


Kami bercerita lewat tinta hitam
Sudah banyak kisah yang terekam
Kasih sayangmu tak terhitungkan
Hingga sulit dilupakan

ummiku sayang...........
Anakmu masih membujang
Perjalanan masih panjang
Doakanlah, aku masih berjuang

Ummiku sayang......
Anakmu masih perawan
Tetaplah menjadi menawan
Paling tidak hingga aku di pelaminan

Selamat berulang tahun kembali
Umurmu sudah seutas tali
Tapi cintamu tak pernah terbakar api
Cukuplah Allah jadi saksi
Bahwa engkau permaisuri abadi kami

Ummi...doakanlah kami
Agar menjadi pribadi islami
Siap menempuh dalam.....
Menggenggam dunia ditangan kami
Dan akhirat di hati kami

Bekasi, 18 Oktober 2014