• MENDAPATKAN ILMU LEWAT KUNJUNGAN KE NET TV

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Minggu, 23 Juli 2017

Apakah kamu takdirku?

Bisakah kamu menjadi huruf dari kalimatku?
Bisakah kamu menjadi bait dari puisiku?
Bisakah kamu menjadi narasi dari ceritaku?
Bisakah kamu menjadi mata dari hatiku?

Dari sekian rute, kenapa kamu jalannya?
Dari sekian pintu, kenapa kamu gerbangnya?
Dari sekian kaca,  kenapa kamu cerminnya?
Dari semua jendela,  kenapa kamu gordennya?

Ketika hujan, kenapa kamu payungnya?
Ketika gelap,  kenapa kamu cahayanya?
Ketika dingin, kenapa kamu penghangatnya?
Tapi, apakah kamu tulang rusuk dari takdirku?



Kalimalang, 23 Juli 2017

Selasa, 17 Januari 2017

Resensi novel “ Tentang Kamu”

 Identitas Buku
Judul Buku                       : Tentang Kamu
Nama Pengarang           :  Tere Liye
Nama Penerbit               :   Republika
Tahun Terbit                   :   2016
Jumlah Halaman            : 530 halaman
ISBN                                     : 978-602-8022-34-7
Cover                                   : Softcover
Berat                                    :  500 gram
Harga Buku                      :  63.000
Harus saya akui, Tere Liye selalu berhasil memukau dalam menulis. Novel ini banyak selali memberikan nasihat-nasihat agama secara tidak langsung. Pesan dakwah bil mauzatil hasanah disuguhkan secara ringan dan tersirat. Kisah ini berawal dari sosok Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara asli Indonesia yang magang di Belgrave Square, London. Nama Firma hukum yang menaungi Zaman ialah Thompson & Co – sebuah lembaga perlindungan hukum bagi orang-orang tua berserta hartanya. Lembaga ini tidak pernah menerima aplikasi lamaran bagi siapapun, tapi merekrut sendiri berdasarkan kesesuaian prinsip didirikannya Thompson & Co.
Ada keunikan pertama dari sosok Zaman. Ketika diwawancara, dua dari empat pertanyaan dimunculkan dalam novel ini. “ Apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?” dan “ Jika kita berkata jujur akan membuat empat orang jahat terbunuh mengenaskan, sedangkan berbohong akan membuatnya selamat, maka pilihan apa yang akan anda ambil?”  jawaban dari pertanyaan diatas (bisa dibaca di novelnya ya) heheheh. Keunikan jawaban dari Zaman sesuai dengan prinsip Al-Qur`an dan Hadist serta membuatnya terpilih menjadi bagian firma hukum yang berbeda itu.Keunikan Zaman mengantarkan sebuah kepercayaan. Ia diberikan amanah memimpin kasus “Sri Ningsih” pemilik harta warisan senilai 19 triliun rupiah.

Petulangan Zaman dimulai  dari Panti Jompo di  Quay d`Orsay (sebuah kawasan elit), Paris. Disinilah, Zaman akan mengarungi dan membuka episode kehidupan Sri Ningsih. Ia mendapatkan diari milik Sri Ningsih yang diberikan oleh Aimme (pengurus panti). Dalam diari “Sri Ningsih” terdapat 5 juz yang harus dipecahkan. Juz pertama tentang kesabaran , juz kedua tentang persahabatan, juz ketiga tentang keteguhan hati, juz keempat tentang cinta , dan juz terakhir tentang memeluk semua rasa sakit.
Latar tempat novel ini tak hanya di luar negeri, sang penulis juga mengenalkan daerah yang ada di Indonesia. Pulau Bungi, Sumbawa menjadi suguhan latar tempat pertama yang membongkar juz pertama. Juz ini menasihati kita bahwa kesabaran itu tidak pernah ada batasnya. Selain itu, Sri Ningisih selalu patuh dan taat terhadap orang tuanya. Semangatnya untuk menjelajahi dunia ditanamkan di rumah yang tumbuh dari atas permukaan laut. Kehidupan kecil Sri Ningsih akan membuat para pembaca menangis dan terharu.
Berlanjut menelisik hidup Sri Ningsih, tempat berikutnya kota Surakarta, Jawa Tengah. Pembaca akan digiring ke dunia pesantren dan sejarah tentang komunis. Di Surakarta, Zaman akan menyelami juz kedua tentang kisah persahabatan yang kandas dengan secuil dengki.Bagi Sri Ningsih, persahabatan tetap persahabatan. Ia tak pernah membenci ataupun menaruh dendam, sekalipun sahabat yang berkhianat dan menyakitinya.
 Setelah Surakarta,  Zaman harus ke Jakarta. Ikon ibu kota ini menjadi panggung yang dramatis akan etos kerja. Zaman akan mendalami juz ketiga milik Sri Ningsih. Juz ini membicarakan makna keteguhan hati dan jatuh bangun bisnisnya diceritakan di juz ketiga. Pada juz ini, pembaca akan diberitahu siapa yang melakukan transaksi kepemilikan saham. Selain itu, terdapat nilai-nilai sejarah, budaya dan pengetahuan kota Jakarta tempo dulu.

Teka-teki tidak berhenti di Jakarta, Zaman harus ke London membongkar juz keempat. Di kota inilah Sri Ningsih mempunyai cerita cinta romantis. Suratan takdir yang menakjubkan bertemu sosok yang rela berkorban. Nama laki-laki itu Hakan berasal dari Turki. Hakan jatuh hati pada pandangan pertama. Di episode juz cinta ini para pembaca pasti menangis karena kekuatan cinta.

Terakhir,Zaman kembali mampir ke Paris. Tempat dimana Sri Ningsih meninggal. Di Paris, juz kelima dipaparkan. Sri Ningsih sang ahli waris sudah pasrah dalam memeluk semua rasa sakit. Semua terungkap secara detail. Surat wasiat juga ditemukan dan hantu yang selalu membayangi Sri Ningsih terjawab.
Tentang “kamu” di novel ini  penuh misteri dan tidak mudah ketebak. Banyak hal yang bisa kita pelajari. Bukan hanya soal cinta, tapi kita bisa mengambil nilai-nilai kehidupan dari setiap babnya.

 



Rabu, 11 Januari 2017

Teramat



Di bawah kaki langit sang kuasa
Di atas tanah pasir lunak
Diantara beberapa manusia
Disitulah kita selalu bertemu

Kau tarik tangan
Kau suguhkan kata layaknya sastrawan
Kau buatkan senyum semanis gula
Kau yang teramat indah

Diam bukanlah kosakatamu
Satu jam bagaikan seabad
Tak kau biarkan senyap datang
Karena pertemuan ini teramat berharga

Minggu, 08 Januari 2017

citra

Tertawa terbahak-bahak
Taburi senyum palsu semerbak
Hiasi nasihat Bengkak
Seolah tau ada gejolak


Logika sengaja diputar
Agama dimainkan sebagai pilar
Hati nurani ditelan sadar
Seolah engkau yang benar


Terus saja kau buat citra
Tutupi benih-benih noda
Apa kau ingin dipuja?
Seolah terjadi apa adanya


Sudahi dan cukup
Jangan lagi kepalsuan ditiup
Kebohongan sudah redup
Seolah kami mati dalam hidup



Rabu, 17 Agustus 2016

Merdeka ! ini bukanlah akhir !



17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka. Tapi, apakah kamu sudah merasa merdeka ?  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Merdeka adalah bebas (dari penjajahan atau penghambaan), ini bisa diartikan  berdiri sendiri lepas tanpa ada paksaan dari mana pun. Secara konstitusional, Negara Indonesia  telah mencapai syarat-syarat utama berdirinya suatu Negara yang merdeka yaitu harus ada wilayah tertentu, ada rakyat yang tetap dan ada pemerintahan yang berdaulat. Ketiga syarat ini merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Namun, jika dikaitkan pengertian Merdeka menurut Fahmi Amhar bahwa suatu negara dikatakan merdeka apabila  ketika mereka tidak lagi menjadi pengekor pola pikir, budaya dan bahkan agama para penjajah (dilansir dari eramuslim.com).
Mayoritas penduduk Indonesia belum merasakan merdeka secara utuh. Tanpa disadari, aspek-aspek penunjang kesejahteraan rakyat masih dipengaruhi oleh para penjajah. Pada zaman Soekarno, penjajahan dilakukan secara terang-terangan hingga fisik menjadi taruhan. Setelah perlawanan panjang, rakyat bisa menikmati kemerdekaan. Kenikmatan kemerdekaan terlalu dimanjakan hingga membuat lupa makna merdeka itu sendiri. Penjajahan abad ke 20an dilakukan melalui pola pikir. Kita tak perlu berperang serta berjuang melawan rasa kesakitan fisik dan menumpahkan darah. Tugas kita sekarang yaitu melanjutkan dan mempertahankan. Perlu diketahui, mempertahankan lebih sulit dari pada memperjuangkan.
Meski berat untuk mempertahankan, berpikir positif menjadi negara Merdeka  harus ditanamkan. Sikap ini dapat memerikan efek baik demi kemajuan dan peradaban bangsa Indonesia. Mau dibawa kemana jika Indonesia terus menerus diracuni pola pikirannya ? Keracunan makanan dapat mengakibatkan kematian, begitu racun pemikiran dan budaya para penjajah seperti Kebebasan berekspresi, pornografi dan pornoaksi, pergaulan bebas, sikap individualistik, hedonisme, dugem, dan sejenisnya adalah sederet pemikiran penjajah yang masih membudaya dan bahkan seperti telah menjadi ciri khas masyarakat kita.
Jika ciri-ciri ini masih melekat oleh masyarakat Indonesia, kata Merdeka tahun 1945 bukanlah akhir perjuangan. Inilah awal perjuangan sesungguhnya dengan cara mempertahankan dengan kuat. Setiap individu diharuskan menjaga benteng pola pikirnya agar tak melemah menjadi manusia yang kekeringan akhlak, moral dan etika. Selalu sertakan Tuhan, Allah SWT selama kita bertahan dalam perjuangan.The Founding Father  saja bisa mengakui dengan jujur dalam mukaddimah undang-undang dasar 1945, bahwa kemerdekaan ini diraih atas berkat rahmat Allah swt. Artinya dalam melanjutkan kemerdekaan ini hendaknya kita tidak boleh melupakan Tuhan yang telah memberi kita nikmat kemerdekaan ini.

Semangat berjuang, Merdeka tahun 45 bukanlah akhir dari segalanya. Teruslah berjuang, seperti pepatah yang dikatakan Imam Syafi`i “Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”.

Selasa, 28 Juni 2016

Sempatkan masa mudamu, I`tikaf di Masjid Raya Al Azhom



Tinggal menghitung hari meninggalkan bulan Ramadhan, sobat aktuali pasti merasa sedih menjelang kepergiannya. Jika kamu takut tak bertemu kembali di tahun depan, sempatkan masa mudamu untuk ber`i`tikaf.

Apa sih i``tikaf?
“I’tikaf adalah diam dan tinggal nya seorang muslim dalam keadaan suci di masjid, Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Beliau selalu i’tikaf di bulan Ramadhan pada sepuluh hari yang terakhir”

Jika kamu malas dan tidak semangat ber`i`tikaf, cobalah cari masjid yang membuat hatimu tergugah untuk ber`i`tikaf. Aktualitangsel punya rekomendasi masjid yang cocok buat kamu nih, ya masjid Raya Al Azhom.
Pesona arsitekturnya melegakan hati setiap orang, mata pun terasa dimanjakan. Terlebih, cocok buat kamu yang doyan selfie. Bangunan yang megah dan cantik ini bisa kamu upload dan share di socmed kamu. lima kubah besar menjadi ciri khasnya bahkan dijadikan salah satu landmark andalan Kota Tangerang. Gaya masjid arsitektur timur tengah ini ialah yang terbesar dari masjid lain yang ada di Kota Tangerang. Corak warna biru langitnya melambangkan masjid yang tenang.

Masjid ini pun  semakin elok dengan empat menara setinggi kurang lebih 50 meter di tiap sudut. Di atas menara terdapat lampu pijar warna merah dan hijau. Bila malam hari, menara tersebut tampak hijau menyala. Meski hanya terdapat satu alat pendingin udara, hawa di dalam masjid tidak terasa panas. Tinggi kubah dipercaya membuat udaranya mengalir segar.

Masjid yang terletak di Tangerang ini, cocok buat kamu yang mau berusaha ber`i`tikaf.  Dari pagi hingga malam, masjid ini selalu dipenuhi aktivitas keagamaan. Mulai dari tadarusan hingga tausiyah. Sobat aktuali tak perlu khawatir dengan rasa malas yang ada. Keistimewaan masjid Raya Al Azhom ini mampu menggetarkan hatimu untuk ber`i`tikaf



you can read at 
http://www.aktualitangsel.com/2016/07/sempatkan-masa-mudamu-itikaf-di-masjid.html


Sabtu, 23 April 2016

Jadilah Pembuat Keputusan yang Baik

Mahasiswa selalu identik dengan banyaknya aktivitas. Kegiatannya mulai dari tugas kuliah, rapat organisasi, aktivitas sosial, pengajian, kursus bahasa, bisnis dan lain-lain. Pilihan kegiatan yang mau dilakukan haruslah direncanakan dan dipikirikan dengan matang. Akan tetapi, jangan terlalu lama dalam membuat keputusan. Waktumu akan terbuang sia-sia dengan hanya segudang perencanaan tanpa adanya aksi nyata. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pembuat keputusan yang baik ?
Berikut 3 poin yang perlu kamu ketahui agar bisa mengambil keputusan dalam setiap perencanaan yaitu :
1.     Pengaruh dan berguna untuk masa depan.
Saat kamu membuat daftar perencanaan, cobalah pikirkan apakah kegiatan yang akan kamu lakukan nanti bisa berguna di masa depan? Jika iya, lakukan kegiatan tersebut. Aktivitas yang menuntun kamu ke arah masa depan perlu terus dilakukan secara berkala.
Apakah kursus bahasa Inggris perlu saya ikuti? Iya perlu karena bahasa Inggris menjadi modal saya untuk kuliah S2 di luar negeri.

Apakah menonton film tiap bulan di bioskop perlu saya lakukan ? Tidak perlu karena film yang mau ditonton akan segera tayang di televisi, kecuali sesekali saja untuk hiburan semata.

Dalam waktu sepekan, buatlah daftar kegiatan yang wajib dikerjakan. Dua pertanyaan ini bisa kamu jadikan acuan. Tanya pada hati kecilmu akan aktivitas yang harus dilaksanakan terlebih dahulu.

2.     Mendapatkan relasi
Ketika mempunyai agenda, cobalah liat kegiatan tersebut akan bermanfaat atau tidak. Agenda atau acara yang kita hadiri seharusnya bisa menambah relasi dan persahabatan.

Apakah saya perlu mengikuti seleksi student exchange ke Australia? Iya perlu, karena nanti saya mempunyai teman-teman yang berbeda latar belakang dan keunikan masing-masing.

Apakah saya perlu menghadiri acara seminar internasional tentang jurnalistik? Iya perlu, karena selain mendapat ilmu, saya akan bisa bertemu dengan jurnalis senior dan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang media.

Dari dua pertanyaan tersebut, kita bisa menghadiri atau mengikuti sebuah acara yang bisa menambah relasi juga. Banyak relasi akan menambah wawasan baru bahkan rezeki yang tak terduga.

3.     Biaya
Banyak orang yang berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi kebaikan dirinya sendiri. Alasannya berbagai macam dan terkadang beralasan uang kita sedikit. Sebagai mahasiswa, kita harus pandai-pandai menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Jika ada tambahan uang dari hasil kerja, itu justru lebih bagus lagi. Akan tetapi, pekerjaan sampingan kita jangan sampai mengganggu kuliah kita.

Apakah kita perlu berlangganan koran X tiap bulan? Iya perlu, karena untuk mengetahui kabar terupdate dan mengkritisi isu-isu nasional serta international.

Apakah perlu menghabiskan uang untuk membeli handphone tiap tahun? Tidak perlu, karena masih ada kebutuhan lain yang harus diprioritaskan.


Tiga poin secara urut tersebut menjadi tips buat kamu untuk be a good decision maker! Selamat mencoba.